Standar Audit Internal

Standar Audit Internal merupakan suatu norma yang harus dipenuhi dalam melaksanakan praktek profesional audit internal. Standar audit internal tidak hanya menekankan terhadap pentingnya kualitas profesional auditor internal tetapi juga terhadap bagaimana auditor mengambil pertimbangan dan keputusan saat melakukan audit dan pelaporan baik kegiatan rutin maupun audit yang diminta oleh pimpinan universitas/rektor.

Standar audit internal meliputi : (a) independensi, (b) kemampuan profesional, (c) lingkup pekerjaan audit internal, (d) pelaksanaan kegiatan pemeriksaan/penilaaian sesuai dengan SOP, dan (d) manajemen audit internal.

 

Independensi

Satuan Audit Internal harus independen dalam fakta (infact) maupun dalam menampilkan, dengan demikian auditor internal harus dapat memberikan penilaian yang tidak memihak dan berprasangka buruk terhadap auditan dalam melaksanakan tugasnya. Fungsi independensi dapat dicpai melalui status organisasi universitas dan sikap objektivitas seorang auditor.

Yang diamsud dengan status organisasi satuan audit internal adalah bahwa SAI berada dan bertanggung jawab kepada pimpinan universitas/Rektor Universitas Galuh.

Sedangkan sikap objektivitas adalah sikap mental independen seorang auditor internal dalam melakukan auditnya terhadap auditan. Dimana objektivitas ini menghendaki auditor internal jujur terhadap diri sendiri dan yakin bahwa hasil kerja yang dihasilkannya memiliki kriteria handal, dapat dipercaya dan bebas dari intervensi pihak luar.

 

Kemampuan Profesional

Yang dimaaksud dengan kemampuan profesional adalah audit internal harus dilakukan dengan cara mencerminkan kecakapan profesional dan kompeten yang memadai dan kecermatan serta ketelitian yang seksama.

Kemampuan profesional yang berkaitan dengan Satuan Audit Internal (SAI) meliputi :

1. Penugasan auditor internal harus didasarkan pada keahlian teknis dan latar belakang pendidikan yang sesuai;

2. Satuan Audit Internal harus memiliki individu yang secara kolektif mempunyai pengetahuan, kecakapan, dan disiplin ilmu yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya;

3. Satuan Audit Internal harus memberikan kepastian bahwa pelaksanaan audit internal akan diawasi secara berkelanjutan.

Kemampuan profesional yang berkaitan dengan Auditor Internal meliputi :

1. Auditor internal harus mematuhi standar profesional yang terdapat dalam SOP dan kode etik auditor internal dalam melakukan pemeriksaan;

2. Auditor internal harus memiliki pengetahuan, kecakapan, dan disiplin ilmu yang sesuai dengan penugasan dalam pelaksanaan pemeriksaan serta memiliki sertifikat sebagai auditor;

3. Auditor internal harus memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif denga auditan;

4. Auditor internal harus mengembangkan kemampuan teknisnya melalui pendidikan berkelanjutan;

5. Dalam melakukan pemeriksaan, auditor internal harus bertindak profesional yaitu memiliki tingkat kecermatan  dan ketelitian yang tinggi.

Ruang Lingkup Pekerjaan Audit Internal

Ruang lingkup pekerjaan audit internal harus mencakup pengujian dan penilaian terhadap kecukupan serta efektivitas pengendalian internal universitas dan kualitas pelaksanaan tanggung jawab yang diberikan, yaitu meliputi :

1. Melakukan review terhadap efektivitas pengendalian internal unit kerja yang ada dilingkungan universitas, dengan tujuan untuk mendapatkan kepastian bahwa pengendalian internal berjalan sebagaimana yang diharapkan, sehingga penyimpangan atau perbuatan melawan hukum dapat dicegah secara dini;

2. Melakukan pengujian dan penilaian keandalan informasi keuangan dan aktivitas universitas dan meriview cara-cara yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengklasifikasi, dan melaporkan informasi itu kepada pimpinan universitas/rektor;

3. Melakukan review/penilaian sistem yang digunakan untuk mendapatkan kepastian terciptanya kepatuhan terhadap kebijakan, rencana kerja, prosedur, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap operasi dan laporan, dan menilai apakah universitas telah mematuhinya;

4. Melakukan review/penilaian cara yang digunakan untuk mengamankan aset, termasuk memeriksa keberadaan dan pemanfaatan aset tersebut;

5. Melakukan review/penilaian efektivitas, efisien, dan ekonomis penggunaan sumber daya universitas;

6. Melakukan review atas operasi atau program untuk mendapatkan kepastian apakah hasil (output) yang dicapai sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, dan apakah operasi atau program telah direncanakan sesuai rencana.

 

 Pelaksanaan Kegiatan Audit Internal

Pelaksanaan audit internal harus meliputi perencanaan audit, pelaksanaan, pemeriksaan dan pengevaluasian informasi, mengkomunikasikan, dan melakukan tindak lanjut/menindaklanjuti .

Adapun langkah-langkah pelaksanaan audit internal meliputi :

1. Satuan Audit Internal (SAI) harus membuat perencanaan dalam setiap melakukan audit sesuai dengan SOP;

2. Satuan Audit Internal (SAI) pada tahap pemeriksaan dan pengevaluasian informasi harus mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan membuktikan kebenaran informasi untuk mendukung hasil audit;

3. Satuan Audit Internal (SAI) harus melaporkan hasil pengauditan kepada pihak yang berkepentingan;

4. Satuan Audit Internal (SAI) harus terus memantau pelaksanaan tindak lanjut atas temuan dan rekomendasi hasil pengauditan.

 

Pengelolaan Satuan Audit Internal

Pimpinan Satuan Audit Internal (SAI) harus mengelola Satuan Audit Internal sesuai dengan SOP satuan audit. Adapun langkah-langkah pengelolaan satuan audit internal mencakup :

1. Pimpinan Satuan Audit Internal (SAI) harus memiliki pernyataan tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab bagi Satuan Audit Internal (SAI);

2. Pimpinan Satuan Audit Internal (SAI) harus menyusun rencana kerja pelaksanaan tanggung jawab Satuan Audit Internal (SAI);

3. Pimpinan Satuan Audit Internal (SAI) harus membuat berbagai kebijakan dan prosedur secara tertulis yang akan digunakan sebagai pedoman oleh staf auditor internal;

4. Pimpinan Satuan Audit Internal (SAI) harus mempunyai program untuk menyeleksi dan mengembangkan sumber daya manusia Satuan Audit Internal;

5. Pimpinan Satuan Audit Internal (SAI) harus menetapkan dan mengembangkan pengendalian dan jaminan mutu untuk mengevaluasi berbagai kegiatan Satuan Audit Internal;

6. Pimpinan Satuan Audit Internal (SAI) harus membuat laporan hasil audit final yang diperoleh dari auditor dan melaporkannya kepada pimpinan universitas/rektor. 



KONTAK

  • https://www.facebook.com/unigalciamis/
  • https://www.instagram.com/unigalciamis
  • https://www.twitter.com/unigalciamis
  • https://www.youtube.com/unigalciamis

LOKASI UNIGAL

DIKELOLA OLEH

Admin
Satuan Audit Internal

2019 © Satuan Audit Internal